Lemustar Den 46 Tk II

526074_4054030953932_1422891672_n

Menyandang jabatan merupakan sebuah amanah yang diberikan oleh pimpinan. Beban tanggung jawab akan terlaksananya suatu kegiatan maupun acara di tumpukan pada pejabat detasemen yang merupakan perantara antara pejabat kortasis/ pengasuh ataupun pimpinan lembaga terhadap taruna dan ujung tonggak keluhan/masukan dari taruna kepada pimpinan untuk menentukan kebijakan akan aturan.

Lemustar merupakan etalase dari detasemen masing-masing. Kebijakan dari pimpinan tergantung kuatnya hubungan lemustar terhadap pimpinan tersebut dalam penyampaian pendapat. Hal ini yang terkadang membedakan kebijakan masing-masing detasemen. Dan tak semudah itu dipilihnya seorang lemustar, dari 396 taruna hanya 7 orang yang dipilih sebagai pejabat Lemustar. Ketujuh taruna tersebut dari segi kognitif, afektif, dan jasmani dijamin mumpuni serta mampu bersaing dengan akademi lainnya. Sehingga usulan dari rekan-rekannya itulah yang menjadikannya untuk diberikan amanah sebagai etalase Detasemen 46 Anindya Yodha ( Pejuang Handal tak tercelah ).

Lembaga Musyawarah Taruna disingkat Lemustar adalah salah satu jabatan di dalam organisasi Senat Korps Taruna (untuk di AKPOL) . Hal yang unik adalah, mungkin struktur organisasi, cara penyebutan, jenjang hirarki dan lain-lain antara Senat Korps Taruna Akademi Kepolisian, Resimen Korps Taruna Akademi TNI (baik AKMIL, AAU dan AAL) banyak sekali perbedaannya, namun Lembaga Musyawarah Taruna menjadi eselon jabatan yang universal dan sama di setiap Akademi.

Seperti namanya, Lembaga Musyawarah Taruna memiliki tugas sebagai fungsi Legislatif dalam organisasi Korps Taruna. Menerima keluhan-keluhan dari Taruna baik Senior maupun Junior dan menjembatani kepada pihak pengsuh, mengawasi dan mengawal kegiatan Korps Taruna, serta menjadi representasi dari seluruh Taruna.

Oleh karena itu, Seorang Lemustar dituntut untuk cakap dalam berkomunikasi, tanggap terhadap perkembangan situasi di lingkungannya, serta memiliki inisiatif yang tinggi dalam menghadapi segala hal atau dengan kata lain memiliki tingkat responsif yang tinggi.

Karena para Lemustar inilah yang diharapkan dapat mampu belajar kepada seniornya dengan jalan terlibat langsung yang nantinya pada saat mereka menjadi senior akan dapat melaksanakan hal yang sama atau bahkan melakukan perbaikan terhadap kekurangan – kekurangan yang mungkin dilakukan oleh Taruna Senior.

Di tingkat Lemustar inilah diskresi paling banyak dilakukan. Karena tugasnya untuk mengawal dan menggerakkan kegiatan tradisi, maka Lemustar harus cepat tanggap menghadapi hambatan atau kekurangan yang ada yang mungkin harus diatasi pada saat itu juga tanpa bisa minta petunjuk dari pihak lain. Kreatifitas, daya Imajinasi dan inovasi akan sangat berpengaruh. (copied IndraTriNugraha)

By fahryartlas Posted in Taruna

Den 46 Masa Cabhatar

 

375675_3684534241079_1586674204_n

 

 

Betapa canda dan tawa tergema dalam kalut kalbu masa lalu, dimasa kosongnya hidup didalam gelap basis bhayangkara terluap rasa bahagia pada penghujung dikdas. Sedih, Bangga, Lelah, Sakit semua tersongsong demi masa depan yang lebih bersinar. Kenangan itu akan tersimpan hingga ujung perjuangan kami di tapak bhayangkara. Hingga tapak itu memutih pucat dan terkubur kami kan berjuang demi polri yang lebih baik. Karena kami hidup, kami berkeluarga, dan melangsungkan kehidupan ini dalam kecimpung tugas pokok sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Tanpa adanya unsur masyarakat kami hanyalah debu yang tak punya kuasa dan wewenang. Kini semua ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk nusa dan bangsa.