Parade Marching Band lima negara dengan Drum Corps Akpol (1 September 2013)

1157467_1410715549152416_1503984375_n

Jakarta – Pawai marching band polisi-polisi dari sejumlah negara merebut perhatian warga yang menikmati car free day di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Salah satu pesertanya yang mampu menyedot perhatian warga adalah marching band dari Akademi Polisi RI.

Seperti yang tampak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pukul 09.00 WIB, Minggu (1/9/2013), Drum Corps Akpol ini menjadi penutup rangkaian acara pawai. Barisan mereka menjadi kelompok yang paling besar dibandingkan 5 kelompok marching band lainnya.

Saat keluar dari pintu Monas yang menghadap bundaran kereta kuda, kelompok marching band ini memukau ratusan manusia dengan aransemen yang membangkit semangat. Dentuman drum mereka disertai aksi memutar drum dan atraksi lainnya.

Perlahan mereka meninggalkan bundaran kereta kuda menuju Bundaran HI. Dentuman drum diwarnai irama terompet menyertai langkah mereka. Saat ratusan lensa berbagai jenis kamera mengabadikan kelompok mereka, tiba-tiba dentuman drum berubah dan suara terompet memainkan lagu my lecon. Dengan menampilkan kelincahan lari kijang Bass Drum Merah sesuai dengan iringan lagunya.

Drum Corps Akpol ini berhasil membuat Bundaran HI menjadi lautan manusia di pagi hari.  Sejumlah pesepeda, warga yang berolahraga, dan para juru foto amatir tak mau kehilangan momen menyaksikan peristiwa langka ini. Begitu sampai di Bundaran HI, Lagu Taruna Jaya menjadi andalan untuk melakukan kepiawaian menggunakan alat seindah mungkin. sejumlah pemain Bass Drum Merah berlarian ke depan barisan. Mereka menyusun drum mereka menjadi semacam piramida. Kemudian salah satu peserta berdiri di atasnya, diikuti rangkaian kamera yang mengabadikan aksi mereka. Belum Lagi aksi bermain terompet sambil kayang yang dipamerkan puluhan pemain terompet. Dan juga symbal yang membuat susunan yang diatas seorang menari-nari dengan kelincahannya dengan symbal menambah keindahan atraksi Drum Corps Akpol.

copied : detik.com

Advertisements

Cendrawasih Akpol

SAM_0957

Akademi kepolisian memiliki sebuah kesatuan musik yang biasa disebut sebagai drum band atau drum corps. Sebagaimana pendahulunya saat masih tergabung dalam Akabri, drum band cendrawasih Akademi Kepolisian biasanya dipertunjukkan saat mengiringi defile pasukan atau mengiringi kegiatan kirab.

Saat Polri telah berpisah dari TNI, otomatis Akademi Kepolisian berpisah dari Akabri. Mulai saat inilah dibentuk konsep baru drum band Cendrawasih Akpol menjadi bentuk drum corps. Sebuah konsep musik yang memainkan lagu – lagu relative lebih modern dan inovatif. Biasanya drum corps dipertunjukkan untuk mengisi acara baik ditingkat daerah sampai tingkat nasional.

Keindahan Cendrawasih tak hanya semata mata dari segi visual namun musik dan kerapian dalam barisan bagaikan sayap yang terburai rapi dari burung cendrawasih. Untuk mendapatkan sebuah lagu display dan chart membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan, Karena koordinasi dari seluruh alat musik membutuhkan proses dan perlunya keteraturan nada dari perkusi dengan brass. Drumcorps Cendrawasih merupakan etalase akademi kepolisian dalam perpolisian masyarakat dari masa taruna.

Menjadi taruna drumcorps cendrawasih adalah kebanggaan. Dan tak mudah untuk mendapatkannya. yang paling favorit dari taruna adalah perkusi. Karena dari segi visual dilihat paling keren dan menunjukkan kejantanan dari binaan resimen. Namun egoisme dari masing-masing akan nampak karena kualitas dan kuantitas pembinaan yang berbeda-beda.

Drumcorps Cendrawasih dipimpin oleh stickmaster yang terdiri dari lima diantaranya 4 taruna dan 1 taruni. namun saat akan menampilkan display dipimpin oleh conducter atau yang sering disebut field commander.

Semoga DC Akpol lebih terampil sehingga dapat deputasi ke luar negeri seperti halnya yang dimainkan DC angkatan 45 di Ginza street tokyo.

Image

Drum Corps Police Academy Detachment 46

Drum Corps Police Academy Detachment 46

nothing word “tired” in our training to get good performance

JAKARTA. Drum Corps Cenderawasih Taruna Akpol mendapat kehormatan untuk menunjukkan kebolehannya pada acara “World Police Band Concert Comitee Supervisor di Tokyo, Jepang. Drum Corps Cenderawasih Akpol tampil di negeri Sakura Jepang ini adalah atas undangan dari Koran Mainichi Shimbun selaku panitia penyelenggara.

Pada kegiatan ini KapolriJenderal Polisi Drs. Timur Pradopomenugaskan Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol. Drs. AnangIskandar, SH, MH selaku ketua Kontingen Drum Corps Cenderawasih Akpol Semarang untuk memimpin keberangkatan Kontingen ke Negeri Sakura Jepang. Kontingen yang diberangkatkan pada acara ini sebanyak 50 orang yang terdiri dari  45 Taruna Akpol tingkat III, 2 orang Pendamping dari Div Hubinter Polri, KadenTaruna tingkat III den 45 AKBP Widi Atmoko, S.Ik, Perwira Pendamping DC-45 dan Pelatih Drum Corps Cenderawasih Akpol.

Kontingen Drum Corps Cenderawasih Akpol, Semarang, tiba di Bandara Narita Tokyo Jepang pada tanggal 27 Oktober 2012 dan pada tanggal  29 Oktober 2012 melaksanakan parade di sepanjang jalan Ginza Tokyo Jepang. Selain kontingen Drum Corps Cenderawasih Akpol, Semarang mewakili Polri turut pula memeriahkan drum Band dari Kepolisian Korea Selatan, Vietnam, New York Police departemen (NYPD) Amerika Serikat.

Selain melaksanakan kegiatan parade, kontingen Drum Corps Cenderawasih Akpol berkesempatan pula melakukan kunjungan ke Tokyo Metropolitan Police Department dan Metropolitan Police Academy.

Dari hasil kunjungan ke Kepolisian Jepang ini, kontingen Drum Corps Cenderawasih Akpol mendapat pengalaman dan pengetahuan ekstra antara lain :

  1. Taruna dapat mempelajari system yang ada di Jepang, terutama tentang system komunikasi darurat 110 yang sangat canggih di Tokyo.
  2. Call center 110 merupakan salah satu system yang sangat efektif di Tokyo. Hal ini terlihat dalam penanganannya pada masyarakat, petugas menerima segala keluhan dari masyarakat, jika petugas menerima laporan yang bersifat biasa, maka lampu yang menyala adalah warna kuning, namun jika laporan bersifat darurat atau dalam bentuk tindak criminal maka lampu akan menyala merah dan petugas akan segera merespon laporan tersebut dengan meghubungi petugas yang sedang berada dekat dengan tempat kejadian.
  3. Taruna juga mendapat pembelajaran tentang bagaimana kehidupan siswa pada Tokyo Metropolitan Police Academy seperti kedisiplinan yang sangat tinggi, kebersihan baik pribadi maupun lingkungan dan pemanfaatan fasilitas pendidikan.