BRIGADIR TARUNA ( TK IV )

Satuan 11 Den 46 AY
SATUAN 11 DETASEMEN 46 ANINDYA YODHA

Salah satu moment yang tak bisa terlupakan ketika kami akan melaksanakan upacara kenaikan pangkat yang terakhir kalinya, yaitu tingkat 4. Mungkin sudah lama tak terdengar lagi bagi akademi kepolisian mencetak sampai pada tingkat 4, dan yang terakhir kali sampai tingkat 4 yaitu pada tahun 1988. Namun disini seperti lahir kembali, mulai angkatan Den 46 tingkat 4 resmi menjadi pangkat kami yang dinyatakan taruna paling senior. Begitupun beban tugas yang diberi oleh lembaga menjadi semakin bertambah.
Selain berorientasi pada otak, Otot merupakan faktor yang dapat menjatuhkan ketika tes TKJ tidak mencapai batas minimal. Tak hanya itu budaya yang berubah akan dinamisasi waktu, membuat taruna yang semakin senior harus jadi panutan. Oleh karena itu nilai standar minimal seorang taruna semakin tinggi pangkatnya semakin bertambah mulai dari nilai kepribadian, nilai akademik, dan nilai kesamaptaan jasmani. Namun dari sini kami diajarkan betapa semakin senior maka semakin berat beban tanggung jawab yang diembannya.
Gelar Stpol merupakan gelar yang akan kami pakai sewaktu praspa nanti. Gelar tersebut disejajarkan dengan angkatan TNI yang mana masing-masing matra memiliki gelar sarjana sains terapan. Sarjana sains terapan merupakan gelar D4 dimana setara dengan gelar S1. Hal ini untuk menyikapi akan adanya perubahan dari KUHAP, yang mana akan adanya perubahan bagi seorang penyidik harus memiliki kompetensi standart S1.

Advertisements
By fahryartlas Posted in Taruna

INTEGRASI AAL, AAU, AKMIL DAN AKPOL

25 Juni 2012

Sebanyak 811 Taruna Akademi TNI dan Akpol Tk. I yang tergabung dalam kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Tahun 2011/2012 menginap di Lanal Malang dari tanggal 22  s.d. 27 Juni 2012 untuk melaksanakan pengenalan matra di Instansi TNI/Polri yang ada di wilayah Malang, kegiatan tersebut mempunyai tujuan agar dapat meningkatkan jiwa dan semangat integrasi para Taruna, serta memberikan pembekalan kepada mereka tentang tugas, fungsi dan ciri khas dari ke tiga Angkatan dan Polri, khususnya dilingkungan Kesatuan yang kelak akan menjadi medan penugasan para Taruna setelah lulus dari akademi masing-masing, Senin (25/06).

Image

 

Bhinneka Eka Bhakti (BEB) merupakan kegiatan integrasi antara TNI dan polri khususnya AKPOL dengan Akademi TNI. Kegiatan tersebut guna mempererat tali persaudaraan antar institusi dan mentradisikan bahwa di wilayah esoknya TNI dan Polri hidup serta bekerja berdampingan. Menghilangkan kebiasaan buruk diantarnya gengsi tiap angkatan maupun doktrin yang dipegang masing-masing matra.
Kegiatan BEB semacam kegiatan rekreasi namun secara terpimpin namun disini kami diajarkan spesialisasi masing-masing matra. Di mana Polri bertugas dalam Keamanan dan Ketertiban Dalam Negeri kemudian TNI Mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

By fahryartlas Posted in Taruna

Bhayangkara Dua Taruna

Betapa kangen rasanya bila melihat foto-foto masa lalu, diantaranya waktu kepala jarang ditemui rambut dan kulit hitam kusam karena seringnya terkena terik sinar sang mentari namun hal ini yang membuat kami ingat selalu dan rindu akan indahnya kebersamaan itu. Indahnya jadi junior dan selalu dibina serta diasuh oleh para senior. Mengesankan! dari masyarakat sipil yang tak tahu apa-apa akan kebhayangkaraan dari sini dikenalkan bahwa kita harus memiliki fisik yang tangguh untuk melaksanakan tupok polri diantarnya melindungi masyarakat. Indahnya kebersamaan ketika kakak asuh dua klik dan satu klik merespeki kami sebagai taruna paling muda. Berikut beberapa kegiatan kami diantaranya indahnya kebersamaan Korps Jawa Timur ( Desember 2011)Image

Photo diambil di depan galaxy mall Surabaya. Disaat pangkat roket masih melekat di bahu (Bharadatar) bersama Brigtutar dan Brigdatar kami bersiap untuk berlari bersama menuju daerah Kenjeran Surabaya. Canda dan tawa serta keharmonisan keluarga menyelimuti setiap kegiatan yang kami laksanakan. Bagaimana kami serasa senasib dan sepengiriman serta timbulnya jiwa korsa dalam korps Jawa Timur.

By fahryartlas Posted in Taruna

Latihan Kerja di Kediri Kota

428895159723

Latihan kerja inilah yang berkesan, karena disini kami banyak belajar. Selain teori yang kami dapatkan namun praktek juga kami lakukan. Memang tak mungkin disini kami praktekan apa yang ada dalam hanjar karena mengingat dilapangan begitu banyak faktor yang mempengaruhi antaranya loyalitas, royalitas, fleksibel, solidaritas, dll. Namun setidaknya tidak mengurangi kinerja kami sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Disini ingin penulis berbagi cerita selama latihan kerja di Polres Kediri kota. Baru awal kami latihan kerja di polres kediri kota kaget karena penyambutan dari perwira yang ada di polres. Walaupun bagi yang taruna tinggal di wisma kapolres namun tak kalah dengan hotel grand surya. Memang yang Abang di polres kediri kota cuma Kapolres, namun terbaik lah respeknya. Kami aja baru tinggal beberapa hari sudah dikasih uang saku 500 rb, terus mau balik ke semarang di kasih lagi 500 rb selain itu waktu buka puasa selalu diajak ke resto, dari grand surya resto sama golden. Berikut merupakan contoh kegiatan reskrim yang terkesan di kediri yaitu foto-foto karena memang nihil kegiatannya.

431268723929

 

Kalau cuma 2 hari shift perfungsi gimana mau menyelesaikan produk reskrim yang begitu banyak dari lidik hingga sidik. Akhirnya dalam kegiatan reskrim hanyalah perkenalan fungsi dengan cara bedah kasus, antaranya dengan membedah kasus yang belum p21. Kenapa kasus tersebut belum diberi keputusan p21 oleh pengadilan, karenanya penerapan pasal yang kurang sesuai dengan kasus.

By fahryartlas Posted in Taruna

Lemustar Den 46 Tk II

526074_4054030953932_1422891672_n

Menyandang jabatan merupakan sebuah amanah yang diberikan oleh pimpinan. Beban tanggung jawab akan terlaksananya suatu kegiatan maupun acara di tumpukan pada pejabat detasemen yang merupakan perantara antara pejabat kortasis/ pengasuh ataupun pimpinan lembaga terhadap taruna dan ujung tonggak keluhan/masukan dari taruna kepada pimpinan untuk menentukan kebijakan akan aturan.

Lemustar merupakan etalase dari detasemen masing-masing. Kebijakan dari pimpinan tergantung kuatnya hubungan lemustar terhadap pimpinan tersebut dalam penyampaian pendapat. Hal ini yang terkadang membedakan kebijakan masing-masing detasemen. Dan tak semudah itu dipilihnya seorang lemustar, dari 396 taruna hanya 7 orang yang dipilih sebagai pejabat Lemustar. Ketujuh taruna tersebut dari segi kognitif, afektif, dan jasmani dijamin mumpuni serta mampu bersaing dengan akademi lainnya. Sehingga usulan dari rekan-rekannya itulah yang menjadikannya untuk diberikan amanah sebagai etalase Detasemen 46 Anindya Yodha ( Pejuang Handal tak tercelah ).

Lembaga Musyawarah Taruna disingkat Lemustar adalah salah satu jabatan di dalam organisasi Senat Korps Taruna (untuk di AKPOL) . Hal yang unik adalah, mungkin struktur organisasi, cara penyebutan, jenjang hirarki dan lain-lain antara Senat Korps Taruna Akademi Kepolisian, Resimen Korps Taruna Akademi TNI (baik AKMIL, AAU dan AAL) banyak sekali perbedaannya, namun Lembaga Musyawarah Taruna menjadi eselon jabatan yang universal dan sama di setiap Akademi.

Seperti namanya, Lembaga Musyawarah Taruna memiliki tugas sebagai fungsi Legislatif dalam organisasi Korps Taruna. Menerima keluhan-keluhan dari Taruna baik Senior maupun Junior dan menjembatani kepada pihak pengsuh, mengawasi dan mengawal kegiatan Korps Taruna, serta menjadi representasi dari seluruh Taruna.

Oleh karena itu, Seorang Lemustar dituntut untuk cakap dalam berkomunikasi, tanggap terhadap perkembangan situasi di lingkungannya, serta memiliki inisiatif yang tinggi dalam menghadapi segala hal atau dengan kata lain memiliki tingkat responsif yang tinggi.

Karena para Lemustar inilah yang diharapkan dapat mampu belajar kepada seniornya dengan jalan terlibat langsung yang nantinya pada saat mereka menjadi senior akan dapat melaksanakan hal yang sama atau bahkan melakukan perbaikan terhadap kekurangan – kekurangan yang mungkin dilakukan oleh Taruna Senior.

Di tingkat Lemustar inilah diskresi paling banyak dilakukan. Karena tugasnya untuk mengawal dan menggerakkan kegiatan tradisi, maka Lemustar harus cepat tanggap menghadapi hambatan atau kekurangan yang ada yang mungkin harus diatasi pada saat itu juga tanpa bisa minta petunjuk dari pihak lain. Kreatifitas, daya Imajinasi dan inovasi akan sangat berpengaruh. (copied IndraTriNugraha)

By fahryartlas Posted in Taruna

Den 46 Masa Cabhatar

 

375675_3684534241079_1586674204_n

 

 

Betapa canda dan tawa tergema dalam kalut kalbu masa lalu, dimasa kosongnya hidup didalam gelap basis bhayangkara terluap rasa bahagia pada penghujung dikdas. Sedih, Bangga, Lelah, Sakit semua tersongsong demi masa depan yang lebih bersinar. Kenangan itu akan tersimpan hingga ujung perjuangan kami di tapak bhayangkara. Hingga tapak itu memutih pucat dan terkubur kami kan berjuang demi polri yang lebih baik. Karena kami hidup, kami berkeluarga, dan melangsungkan kehidupan ini dalam kecimpung tugas pokok sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Tanpa adanya unsur masyarakat kami hanyalah debu yang tak punya kuasa dan wewenang. Kini semua ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk nusa dan bangsa.

Tim Musholla

SAM_0199

nyangkruk? gak jaman bro… puasa gini enaknya ya Tadarusan. yang mau mau aja sih saya bilang. hehe…
kami aja bisa tadarusan masa bro yang diluar sana ga tadarusan, walaupun hidup serasa di dalam penjara tetap rasa jenuh itu diisi kegiatan yang positif bro… gak jamannya lagi mau mabok-mabok.an, yang ada sekarang tambah umur tambah akidah akhlak bro…

Al-Quran menyejukkan hati setiap insan yang membacanya tak kenal dari kalangan atas hingga kalangan bawah tanah. Tadarus setiap malam bulan ramadhan merupakan keharusan bagi taruna apalagi bagi senior. Karena resimen yang panas dengan tadarus dapat menjadi dingin, selain itu di bulan yang penuh berkah ini pahala dilipat gandakan. Apalagi malam turunnya Al-Quran 1000x lipat phala digandakan.

Buat Bro di luar sana, rajin-rajin nih ibadah, mumpung bulan penuh berkah. Minimal bisa hapus dosa yang lalu. Hidup ini sementara kok, mungkin motor ninja, mobil jazz, hp iphone 5, dll gak bakal di kasihin sama izroil nanti di akhirat.

ingat bro… mati gak bisa di tebak…

By fahryartlas Posted in Taruna

KURIKULUM AKPOL “WORLD CLASS”

Kurikulum Akpol disusun berdasarkan pendekatan kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pendidikan dilaksanakan melalui proses pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan dengan tujuan untuk membentuk Taruna menjadi anggota Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegak hukum yang profesional, modern dan bermoral.

Profil Lulusan Pendidikan Pembentukan Akpol :
adalah sebagai Manajer Tingkat Pertama (first line supervisor) Tugas Umum Kepolisian yang Akademisi dan Praktisi dengan Kompetensi  :
a.    mampu untuk melaksanakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat  dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
b.    mampu untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan mengkoordinasikan tugas pokok kepolisian dalam rangka menangkal timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban serta penyakit masyarakat dengan menggunakan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang relevan dan teknologi informasi.
c.    Kemampuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya dalam rangka pelaksanaan tugas pokok kepolisian yang didukung oleh kepribadian luhur, mental yang tangguh dan kesamaptaan yang prima.
Tujuan Pendidikan :
Menciptakan lulusan Akademi Kepolisian untuk menjadi pimpinan Polri masa depan dengan kriteria :
a.    Sebagai Abdi Negara dan masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, arif, profesional, patuh hukum, bersikap / berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
b.    Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kejujuran sesuai dengan etika profesi kepolisian.
c.    Mahir dalam melaksanakan tugas  tugas Kepolisian secara proporsional.
d.    Memiliki kemampuan melaksanakan tugas  tugas dan fungsi kepolisian dibidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, serta penegak hukum.
e.    Mampu memangku jabatan pada organisasi kepolisian di lini terdepan.
Sasaran Pendidikan :
a.    Proses pendidikan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi
b.    Sistem pembelajaran menunjuk kepada kurikulum berbasis kompetensi untuk mengembangkan kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.
c.    Sistem pelatihan menunjuk kepada kurikulum berbasis kompetensi untuk mengembangkan ketrampilan profesi dan kecakapan bertindak.
d.    Sistem pengasuhan menunjuk kepada kurikulum berbasis kompetensi untuk membentuk sikap, mental, moral dan perilaku terpuji.
TAHAPAN PENDIDIKAN :
A.     LAMA PENDIDIKAN
10 semester akademik = 3 tahun 4 bulan (40 bulan / 160 minggu)
*) 1 semester akademik (smt akd) = 16 minggu
B.     POLA PENDIDIKAN
1 – 5 – 4 dengan pengertian :
> 1 smt akd (4 bulan) Program Dasar Pemolisian (Pendidikan Dasar  Bhayangkara = DikDasBhara)
Tujuan mengubah  sikap mental (switching mental) dari masyarakat sipil (pure civilian) menjadi     polisi sipil (civillian police).
>  5 smt akd (20 bulan) Program Pembentukan Perwira Pertama
Program ini bertujuan untuk membentuk Perwira Pertama Polisi yang berperilaku sebagai     insan bhayangkara dan memberikan landasan dalam bentuk keilmuan, keterampilan dan     penugasan kompetensi profesi kepolisian dengan penekanan pengembangan kematangan     berpikir guna memberikan ruang kebebasan yang bertanggung jawab sebagai calon perwira     Polri.
> 4 smt akd (16 bulan) Program Perwira Sarjana
Pelaksanaan pendidikan untuk memperluas wawasan kehidupan bermasyarakat dan         memperkuat penguasaan serta memantapkan perilaku untuk berkarya secara profesional dan     proporsional dalam tugas di lapangan, dalam tahap ini diakhiri dengan penulisan skripsi.
C.     TAHAP PENDIDIKAN
>  Tahap  I (Semester  I) Tingkat I Dikdasbhara
Calon Bhayangkara Taruna (Chabatar)
>  Tahap II (Semester II,III & IV) Tingkat II
Brigadir Dua Taruna (Brigdatar)
>  Tahap III (Semester V,VI & VII) Tingkat III
Brigadir Satu  Taruna (Brigtutar)
>  Tahap IV (Semester VIII, IX & X) Tingkat IV
Brigadir  Taruna (Brigtar)
Setelah Taruna menyelesaikan tahap pendidikan Smt I dengan mata kuliah dan jadwal yang     sama maka untuk Smt VI s/d X akan dikelompokkan sesuai Program Studi (Jurusan) dari hasil     tes Potensi Akademi yang bersangkutan antara lain :
>  Program Studi Kepolisian (Tugas-tugas Bantuan Teknis (Bantek))
>  Program Studi Administrasi Kepolisian (Bin –  Auxillary)
>  Program Studi Operasional Kepolisian (Fungsi Teknis Kepolisian)
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan / pengetahuan dari tenaga pendidikan kepada peserta didik.
Metode pembelajaran yang diterapkan harus mampu : Membangkitkan/membangun motifasi belajar peserta didik; Menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik secara evektif; Menjadikan peserta didik mengetahui, memahami dan dapat mengaplikasi materi pembelajaran yang disampaikan; Menjadikan peserta didik dapat menerima, merespon dan menilai materi pembelajaran yang disampaikan; Menjadikan peserta didik dapat meniru dan menginternalisasi materi pembelajaran yang disampaikan; Menggugah pertisipasi peserta didik dan selanjutnya metode pembelajaran yang diterapkan selalu dievaluasi dan diawasi pengembangannya. Berikut metode-metode pembelajaran :

a. Pengajaran : pada pelajaran teori menggunakan metode tutorial yang meliputi mini lecture, tanya jawab, diskusi, simulasi, bermain peran, peragaan dan drill. Pada pelajaran praktek menggunakan metode penugasan, kerjasama, tutorial dan demonstrasi.
b. Pelatihan : pada pelatihan menggunakan sistem bertingkat, berlanjut, bertahap dan uji coba pelaksanaan.
c. Pengasuhan : pada pengasuhan diterapkan azas-azas; saling asah, asih dan asuh serta menerapkan metode suri tauladan, partisipasi, pengawasan, observasi dan bimbingan penyuluhan dan bimbingan conseling.

PELATIHAN :
TUJUAN :
1) Edukatif (Pelatihan bertujuan dapat memberikan pengalaman praktis dalam menghadapi situasi tugas yang riil dan akan ditemui ketika para taruna dan siswa PPSS bertugas sebagai anggota Polri.
2)  Analisa (Pelatihan bertujuan melatih kemampuan Taruna Akpol dan siswa PPSS dalam
menganalisis berbagai permasalahan terkait dengan pelaksanaan tugas kepolisian.
3)  Integratif (Pelatihan bertujuan membentuk sikap saling pengertian dalam pola pikir, pola tindak maupun pola sikap dalam ikatan kelompok, dimulai dari tingkat unit kecil sampai dengan tingkat satuan nantinya di lapangan/tempat tugas. Hal ini mengingat diperlukannya satu kebutuhan team work dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan untuk dapat berhasil.

PENGASUHAN :
TUJUAN :
Pengasuhan Taruna bertujuan untuk merubah, membentuk, menumbuh kembangkan, dan mendewasakan sikap perilaku Taruna untuk menjadi insan Bhayangkara yang mahir, terpuji, dan patuh hukum serta mampu memahami, menghayati dan mengamalkan perangkat nilai-nilai dasar yang terkandung didalam  Tri Brata dan Catur Prasetya.
SASARAN :
1)    Perubahan sikap mental menuju karakter Polisi Sipil melalui penanaman nilai-nilai dasar Tri Brata dan Catur Prasetya.
2)    Kedewasaan dalam membina kemampuan akademis yang dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu kepolisian serta kemampuan memecahkan permasalahan.
3)    Tingkat motivasi dalam membentuk keterampilan taktik dan teknis Kepolisian dalam rangka menghadapi setiap bentuk gangguan kamtibmas yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
4)    Kesamaptaan fisik, ketrampilan olah raga dan kompetensi lainnya yang menjadi potensi Taruna dalam rangka menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas baik selama menjadi Taruna maupun Perwira Polri.
PELAKSANAAN PENGASUHAN :
1)    Tingkat I  :
Diperkenalkan nilai-nilai dasar Taruna Akpol dan persiapan mental dan fisik untuk menjadi Taruna.
2)    Tingkat II :
Dititik beratkan pada aspek mental kepribadian, akademik dan kesamaptaan jasmani sehingga tercipta fondasi kokoh yang mencerminkan postur ideal seorang Taruna
3)    Tingkat III :
Dititik beratkan pada aspek mental kepribadian, akademik dan kesamaptaan jasmani sehingga mampu menguasai dasar ilmu dan etika profesi kepolisian.
4)    Tingkat IV
Dititik beratkan pada aspek mental kepribadian, akademik dan kesamaptaan jasmani sehingga terbentuk Perwira Muda Polri yang profesional dan siap melaksanakan tugas Kepolisian.

By fahryartlas Posted in Taruna

Pembentukan di Akpol

DSC_1244

Pendidikan di Akpol tidak seperti pendidikan seperti mahasiswa yang hanya berdasarkan atas akademik semata. Semua di mulai dari nol. di mana mindset seseorang di jauhkan dari kalangan luar yang bebas. Di Akpol seorang taruna di ajarkan akan sikap, perilaku, dan kesopanan pada atasan maupun bawahan bahkan setingkat. Banyak yang dapat menjatuhkan penilaian bagi taruna. Karena memang taruna dituntut mendekati sempurna, itu mendedikasikan taruna untuk menjadi pimpinan masa depan. Begitu banyak yang menjadi tuntutan di masa depan. Sehingga taruna dalam pendidikannya diajarkan bagaimana cara menghadapinya dan dikenal dengan pengajaran, pelatihan dan pengasuhan.

Pengajaran merupakan indikator dalam pembelajaran akademis. Disini taruna dituntut untuk tidak her. dan apabila her 2 kali pada ujian yang sama maka taruna tersebut dapat dilaksanakan sidang dewan akademi. Tuntutan sidang wanak antara lain tunda pangkat, turun tingkat, bahkan dapat dikeluarkan.

Pelatihan dimana seorang taruna dibekali skill dalam mengemban tugas di masa dinasnya. Banyak pelatihan yang diajarkan di akpol diantaranya SAR darat, SAR air, Menembak, PBB, dan sebagainya.

Pengasuhan merupakan sebuah pengajaran sikap bagi taruna dimana diberlakukannya reward and punishment. Reward antara lain penambahan Nilai Sikap Perilaku (NSP) dan Punishment antara lain Pembinaan fisik, pengurangan nilai NSP dan PDLT (pakaian dinas latihan tempur).

Perangkingan pada taruna berdasarkan kumulatif nilai dan setiap tingkat memiliki bobot yang berbeda karena berbeda pula masa pembentukannya.
tingkat 1 : (NSP x 40%) + (akademik x 20%) + (tes kesehatan jasmani x 40%)
tingkat 2 : ( NSP x 40%) + (akademik x 40%) + (TKJ x 20%)
tingkat 3 : (NSP x 40%) + (akademik x 50%) + (TKJ x 10%)

By fahryartlas Posted in Taruna

Hymne Taruna Akpol

IMG_2856

khidmat ketika lagu ini dinyanyikan, betapa sakral lagu ini. Hingga setiap taruna akpol yang mendengarnya langsung posisi siap dan tanpa gerakan. Lagu ini merupakan lambang dari perjuangan taruna untuk berbakti kepada nusa dan bangsa. Mengingatkan perjuangan dan terpatri erat dalam diri dan sanubari para taruna untuk berbakti, tanpa mengenal lelah dan jiwa raga dikorbankan demi nusa dan bangsa. Merinding, itulah yang dirasakan ketika mendengar lagu ini.

lirik hymne taruna akpol

“kami insan bhayangkara
dibawah kibaran panji dwi warna
jiwa raga kami persembahkan
sebagai abdi utama nusa dan bangsa

sebagai tauladan harapan bangsa
membela kebenaran murni

tanamkan jiwa ketaatan, cipta ketertiban bangsa
janji kami persembahkan bakti bagi ibu pertiwi”

By fahryartlas Posted in Taruna