This is my life

Pernah aku mendengar cerita dari sobat karibku, “kamu lho enak lahir ditengah-tengah keluarga mampu”. Pernah dalam hati aku berpikir kenapa ya kita dibuat berbeda-beda. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Mengapa kok tidak dibuat kaya semua? Atau kok tidak miskin semua? Apa kaya atau miskin ini bagian dari amal dan tingkah laku leluhurku. Mungkin kalo leluhurku dulu kaya, aku akan kaya pula. Dan mungkin jika leluhurku miskin aku harus banting tulang untuk cari sesuap nasi.
Perlu kita sadari bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara, yang kekal itu kehidupan di akhirat. Jadi hilangkan perasaan iri terhadap orang lain. Dari situ kita dilihat derajatnya oleh yang Kuasa. Apakah si kaya bisa berbagi dengan si miskin dan apakah si miskin bisa berguna bagi si kaya. Materi di dunia ini hanya bisa di nikmati ketika jasad ini masih mampu bergerak diatas tanah. Namun ketika jari jemari terbujur kaku di dalam tanah yang gelap dan di temani oleh sekawanan hewan pemakan bangkai. Disanalah hanya amal yang mampu memberikan kenyamanan untuk kehidupan selanjutnya yang abadi.
Bisa disimpulkan bahwa hidup ini hanyalah untuk mencari bekal dikehidupan yang kekal. Kaya miskin adalah ujian.
Cerita ini karangan penulis ketika melihat kerasnya kehidupan ibu kota. Disaat ketimpangan sosial bagi si kaya dengan si miskin.

Advertisements

APP KSPK piket

Assalammualaikum wr wb
Selamat pagi rekan-rekan.
Dalam waktu 1×24 jam saya melaksanakan piket sebagai Kanit spk. Disini saya sebagai perwira pertama baru di polres ponorogo. Perkenalkan nama saya Fahmi Noor Adly. Saya lulusan akademi kepolisian tahun 2015. Dan disini sebagai orang baru saya harap kita bisa saling memainkan peran kita masing-masing. Beberapa perhatian yang saya tekankan diantaranya:
1. Saya minta segala sesuatunya dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang ada.
2. Masing-masing piket fungsi mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Dan saya minta apabila ada rekan yang akan meninggalkan kesatuan memberitahukan kepada saya. Karena sesuatu hal yang terjadi menjadi beban dan tanggung jawab saya sebagai kanit spk hari ini. Dan akan saya lakukan apel luar biasa saat saat tertentu dan saya minta piket hari ini tidak ada yang keluar tanpa keterangan.
3. Apabila ada yang melanggar aturan akan saya beri tindakan dan perlu saya laporkan kepada propam agar diberi hukuman administrasi.
Sekian beberapa atensi saya, tolong untuk di pahami dan dilaksanakan terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb

HUT Lalu Lintas Polres Ponorogo

Tepat pada tanggal 22 September 2015, Polisi Lalu lintas atau yang akrab disebut Polantas memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60.

Polantas yang berada di bawah naungan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri memiliki tugas membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi, dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor, serta mengadakan patroli jalan raya.

Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo memiliki cara yang berbeda dengan yang lain. Jika hanya dengan memberikan pertunjukan itu hal yang biasa. Kali ini kasat lantas Polres Ponorogo menjadikan HUT Lalu lintas sebagai sarana analisa dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya. Dengan pendekatan personal terhadap pengguna lalu lintas ini dilakukan oleh Kasat Lantas Ponorogo AKP Andi Yudha Pranata Siboro, SIK dan pendekatan personal tersebut ditujukan langsung terhadap para korban lalu lintas karena menurut beliau untuk menyadarkan masyarakat akan kecelakaan lalu lintas lebih efektif jika orang yang pernah menjadi korban yang mengarahkannya, karena pengalaman korban menjadi bukti riil akan bahayanya kecelakaan lalu lintas.

image

image

Kegiatan tersebut ditanggapi positif oleh masyarakat dan menyadarkan terhadap pentingnya mentaati peraturan lalu lintas. Manfaat internal juga memberikan tanggapan positif diantaranya adanya analisa dan evaluasi bagi satuan guna menekan seminimal mungkin terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Penyesalan pasti di akhir cerita.

Mengambil keputusan itu tak semudah yang dibayangkan. Sebuah jalan yang anda pilih bakal menentukan masa depan. Pemikiran panjang dan efek yang akan terjadi selalu menjadi pertimbangan dalam menentukan jalan. Ketika keputusan telah diambil yakinlah bahwa setiap pilihan itu ada hikmahnya, agar penyesalan itu tidak terlalu mendalam untuk dihayati ketika menempuh jalan yang salah.
Jodoh pasti akan bertemu kata afgan. Hal tersebut tak akan terjadi jika tidak berpegang prinsipnya stinky jangan tutup dirimu. Tapi setidaknya disini ada usaha dan doa. Walaupun sampai kini tak ada respon yang baik.

Pernikahan Iptu Galuh Pandu Pandega Ferdiansyah

image

Allah SWT menciptakan manusia berpasang-pasangan. Melalui pernikahan manusia diikatkan untuk menyatukan janji sucinya di hadapan-Nya. Janji tersebut mempunyai harapan untuk mengikatkan janji bersama seumur hidup hingga usia tak mampu bertahan dengan berjalannya waktu.
Pernikahan merupakan moment yang paling membahagiakan dalam hidup. Kala sumpah telah diucapkan dan penghulu pun telah mengesahkan perkawinan tersebut. Janur melungkung menghiasi gedung. Menandakan sebuah sepasang kekasih telah resmi berjanji untuk bersama.
Tepatnya pada Hari Minggu, Tanggal 15 Bulan Januari Tahun 2015. Senior kami Kanit Regident Polres Purbalingga Inspektur Polisi Tingkat Satu Galuh Pandu Pandega Ferdiansyah yang merupakan alumni akademi kepolisian tahun 2009 dengan nama batalyon “Ananta Hira”. Ia mengikatkan janji dengan kekasihnya Dian Prameswari yang merupakan keponakan Indro Warkop. Resepsi pernikahan di adakan di Gedung Mahesa Jenar Purbalingga.
Tepat jam 09.00 Wib acara dimulai dengan penyambutan sebagai seorang ksatria yaitu tradiei kadga pora. Kadga Pora merupakan tradisi secara turun temurun yang biasanya digunakan dalam penyambutan seorang kesatria dari medan perang. Kadgapora dimainkan oleh 17 Taruna yang mempunyai perannya masing-masing. 1 (satu) taruna sebagai komandan tradisi, 12 Taruna sebagai tim kadga, 2 (dua) Taruna membawa baki, 1 (satu) Taruna membawa lilin dan 1 (satu) Taruna sebagai operator musik. Tradisi diawali dengan laporan perwira upacara kepada Inspektur Upacara yang diwakili oleh Kapolres Purbalingga AKBP Anom Setiadi SIK.
Kemudian setelah acara tradisi Indro Warkop mengisi acara dengan membacakan prolog acara pernikahan dan kemudian acara salam-salam dan foto dengan pengantin. Lalu acara makan-makan dengan hidangan yang telah disajikan. Hingga acara selesai jam 15.00 Wib.

Penelitian Skripsi

image

Sarjana terapan kepolisian merupakan produk pertama yang akan diluncurkan di kepolisian di tahun 2015. Percobaan tersebut akan di uji apakah akan disambut baik dalam menghadapi permasalahan-permasalahan di wilayah ataukah stagnan seperti sebelumnya. Namun jika dilihat dari tambahan studinya, memiliki sekian pelajaran dan praktek yang ditambahkan yang diharapkan menunjang kinerja dalam melaksanakan tugas pokok polri. Tak hanya itu, masa studi di Akademi kepolisian ditambah 1 tahun hingga total masa pendidikan yang harus ditempuh taruna selama 4 tahun.
Skripsi menjadi sebuah persyaratan dalam menempuh pendidikan bergelar sarjana terapan atau yang sering disebut D4. St.Pol adalah gelar yang disandang setelah menyelesaikan pendidikan sarjana terapan. Terobosan tersebut menjadi beban tersendiri bagi taruna angkatan 46 detasemen Anindya Yodha dalam menempuh karirnya untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa. Bagaimana tidak, jika dibilang sebuah hal yang mudah untuk dijalani pun tidak bisa. Karena terbentur oleh kendala-kendala yang harus dijalani. Kebebasan adalah hal yang mutlak guna memunculkan ide yang cemerlang. Namun melaksanakan sesuatu dalam kekangan peraturan pendidikan merupakan ujian tersendiri yang diharap mampu mendidik seorang taruna menjadi anggota polri yang tangguh, profesional, dan akuntabel.
Perduptar merupakan peraturan kehidupan taruna yang selalu mengikat setiap taruna akademi kepolisian dalam melaksanakan giatnya. Ketentuan penggunaan handphone, seragam, dan kebebasan dalam bertatap dengan dunia luar pun diatur secara gamblang dan jelas. Hingga sanksi apabila melanggar peraturan tersebut. Bila dikaitkan dengan skripsi yang harus dijalani oleh taruna akademi kepolisian, maka akan terjadi banyak gap yang menghambat kegiatan penelitian maupun penyusunan. Namun jika diambil hikmah dibalik semua itu, Insyallah di kemudian hari Polri mampu bercitra lebih baik dari sebelumnya. 2015 merupakan saksi dimana akan diangkat sumpah dan janji seorang perwira remaja lulusan sarjana terapan.